Sabtu, 31 Desember 2011 - 11:22:26 WIBISA ANSHORI, DOKTOR BARU UMSIDA 2011
Diposting oleh : Dr. Drs. Isa Ansori, M.Si
Kategori: Info Kampus - Dibaca: 867 kali

Senin, 19 Desember 2011 merupakan momen yang paling bersejarah bagi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, karena setelah visitasi Sistem Penjamin Mutu Institusi (SPMI) dari Dikti, bersamaan dengan visitasi akreditasi institusi dari BAN-PT, menambah satu lagi Doktor dari 6 Doktor yang sudah dimiliki, yakni Dr. Isa Anshori, Drs., M.Si.
Warek 1 periode 2011-2015, mantan Dekan FKIP (2010-2011) dan Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (2002-2010) ini berhasil mempertahankan Disertasi berjudul “Pemaknaan Elite Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama terhadap Dinamika Pesantren di Kawasan Pesisir dan Pedalaman Pantai Utara Kabupaten Lamongan” di hadapan para Doktor dan Guru Besar Universitas Airlangga dengan prediket “Sangat Memuaskan”.
Isa Anshori merupakan Doktor Unair ke 1.0360, Doktor Program Studi Ilmu Sosial Unair ke 101, dan termasuk lulusan tercepat dari Program Studi Ilmu Sosial. Berarti Isa Anshori berhasil mengubah stigma yang sementara ini berkembang di kalangan akademisi bahwa studi S3 di Prodi Ilmu Sosial Unair terlama dibandingkan prodi-prodi lain di Unair dan di berbagai Universitas lain. Menurut pengakuan Isa Anshori, mahasiswa Program Doktor program studi Ilmu Sosial angkatan 2008/2009, sebenarnya Disertasi bisa diselesaikan kurang dari 3 tahun, karena ujian proposal sudah dilakukan bulan Juli 2010 dan penelitian sudah selesai pada bulan Januari 2011, namun karena kesibukan yang bersangkutan sebagai pejabat baru, yakni Warek 1 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, disamping itu juga kesibukan promotor Prof. H. Kacung Marijan, Drs., MA., Ph.D sebagai staf ahli Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan dan Ko Promotor Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, MA sebagai Pipimpinan Pusat Muhammadiyah, sehingga mulai tanggal 22 Oktober 2011 baru bisa dilakukan ujian Kelayakan, Tertutup, dan Terbuka secara berurutan.
Koordinator Asosiasi Perguruan Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (APTAIM) Wilayah III (Jawa Timur, Bali, NTT, NTB) dan Wakil Sekertaris Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur ini dalam studinya menemukan tipologi baru pesantren dilihat dari hubungan pesantren dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, yakni pesantren “Persyarikatan” atau “Jamiyah”, pesantren “penyangga”, pesantren “penyumbang”, dan pesantren “penganut”. Empat tipe tersebut dimiliki oleh Muhammadiyah. Sedangkan NU hanya memiliki tipe pesantren “penyumbang” dan “penganut”.
Menurut Pembina Forum PAUD Kabupaten Sidoarjo dan Asesor BAP S/M Jawa Timur ini, perbedaan tersebut terjadi karena perbedaan konteks sejarah berdirinya pesantren di Indonesia. Bahwa pesantren di Muhammadiyah merupakan amal usaha Muhammadiyah, sedangkan pesantren di Nahdlatul Ulama merupakan amal usaha masing-masing kiai secara pribadi.
“Empat tipologi tersebut bisa dipakai dimanapun sepanjang melihatnya dari sudut hubungan antara pesantren dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama”, demikian papar mantan anggota Dewan Pakar ICMI Sidoarjo ketika menjawab pertanyaan penyangga Dr. Winifred LW.
Menurut Isa Anshori, Doktor dibidang “Elite Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama”, serta “Dinamika Pesantren”, temuan dari studi ini mencabar sekaligus menyempurnakan teori Strukturasi dan teori ”The Third Way” Giddens, namun menolak teori Hegemoni Gramsci dan teori ”Cuercy” Louis Althusser. Menemukan penyempurnaan perpaduan teori Fenomenologi Alfred Schutz dan Peter L. Berger. Yang dicabar dari teori strukturasi Giddens adalah interaksi agen dengan struktur saling mempengaruhi, saling menentukan. Sedangkan yang disempurnakan dari teori Strukturasi Giddens adalah interaksi agen dengan struktur internal dan eksternal. Giddens hanya menyebut interaksi agen dengan struktur internal. Sedangkan yang dicabar dan diperpadukan dari teori fenomenologi: individu memang kritis dan problematik (Peter L. Berger), individu tidak bisa dilepaskan dari posisi di mana individu berada, ruang dan waktu ( Alfred Schutz). Penyempurnaannya, yang lebih penting lagi adalah kemauan, kemampuan dan peluang sangat menentukan pemaknaan seseorang.
Hadir dalam ujian terbuka antara lain Prof. Dr. L. Dyson, MA, ketua program Studi Ilmu Sosial sebagai ketua ujian terbuka. Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, MA selaku ko-Promotor, Prof. Dr. IB. Wirawan, Drs., SU., Prof. Dr. Rochiman Sasmita, drh., MS., MM., Prof. Dr. Suryanto, Drs., M.Si., Dr. Winifred LW., Dr. I.B. Putera Manuaba, Drs., M.Hum., Dr. Budi Prasetyo, Drs., M.Si., Dr. Abdus Shomad, Drs., SH., MH., dan Dr. Subagio Adam, Drs., M.S. sebagai penyangga. Para undangan Akademik antara lain Ida Nurul Chasanah, S.Si., M.Hum., Anik Juwariyah, Dra., M.Si., Prof, Dr. Moetmainah Prajitno, drg., SpkG, keluarga dan para undangan lainnya. Sedangkan Prof. H. Kacung Marijan, Drs., MA., Ph.D., Promotor berhalangan hadir, karena ditugaskan Moh. Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk memimpin delegasi di Konferensi tentang ”Kebudayaan Islam” di Al Jazair.
6 Komentar :
NDS
10 Januari 2012 - 13:41:58 WIB
Selamat Bagi Bpk. Dr. Isa Anshori, M.Si, Mudah2an ilmu yang telah melekat bisa disumbangkan untuk generasi selanjutnya,,,, amien2,,,
Antok
11 Januari 2012 - 10:32:47 WIB
Selamat dan sukses, semoga semakin memperkuat Umsida dalam bidang akademik dan non akademik menuju Umsida Mutu 2010. God Luck !!
hartono
15 Februari 2012 - 16:16:45 WIB
sukses, moga dapat mmperkuat umsida
Informasi
26 Februari 2012 - 12:25:29 WIB
Sebuah pencapaian yang luar biasa....
contoh makalah
26 Februari 2012 - 12:49:20 WIB
Selamat ya pak, Sungguh membanggakan...
artiskorea
26 Februari 2012 - 13:36:54 WIB
Jadikan umsida semakin terdepan....
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :